Senin, 15 April 2013

FILSAFAT DAKWAH
PENULIS : SAFWAN GHALI

PENGERTIAN FILSAFAT
Pengertian filsafat dapat di tinjau dari dua segi yakni secara etimologi dan terminologi:
1. Arti secara etimologi
Kata filsafat dalam bahasa arab adalah falsafah yang dalam bahasa inggris di kenal dengan istilah philosophy adalah bersal dari bahasa Yunani philosophia. Kata philosophia terdiri atas kata philein yag berarti cinta (love) dan sophia yang berarti kebijakasanaan (Wisdom), sehingga secara etimologi filsafat berarti cinta kebijaksanaan (love ofwisdom). Seorang filsafat adalah pencinta atau pencari kebijaksanaan.
2. Arti terminology
Arti terminologi maksudnya arti yang di kandung oleh istilah-istilah stemen “filsafat”.
• Menurut plato, filsafat adalah pengaturan yang terminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli.
• Menurut Aristoteles filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang tekadang di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi politik dan estetika (filsafat keindahan).
• Hasbullah Bakry, ilmu filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai keutuhan alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakekatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya telah di capai pengetahuan itu.Adapun ahli Mudhofir (1996) memberikan arti filsafat sangat beragam:
- Filsafat sebagai suatu sikap terhadap kehidupan dan alam semesta, sikap secara filsafat adalah sikap menyelidiki secara kritis, terbuka, toleran dan selalu tersedia menunjau suatu problem dari semua sudut pandang.
- Filsafat sebagai suatu metode artinya cara berpikir secara reflektif (mendalam), penyelidikan yang menggunkan alasan, berpikir secara hati-hati dan teliti.

- Filsafat merupakan usaha untuk memperoleh pandangan yang menyeluruh mencoba menggantungkan beberapa kesimpulan dari berbagai ilmu dan pengalaman manusia menjadi suatu pedagang dunia yang konsisten.
Jadi dari batasan-batasan di atas tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu yang ada secara mendalam dengan menggunakan akal sampai pada hakekatnya.


OBJEK FILSAFAT
Filsafat adalah sesuatu yang merupakan bahan dari suatu penentuan untuk pembentukan pengetahuan yang di bedakan menjadi dua yaitu: objek material dan objek formal.
Objek material filsafat
Objek material yaitu suatu yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan itu
atau objek material yaitu hal yang diselidiki di pandang atau di sorot oleh suatu disiplin ilmu.
Objek formal filsafat
Objek formal filsafat yaitu sudut pandangan yang menyeluruh secara umum sehingga dapat mencapai hakikat dari objek materialnya. Jadi yang membedakan filsafat dengan ilmu-ilmu lain terletak dalam objek material dan objek formalnya. Jika dalam ilmu-ilmu lain, objek materialnya mambatasi dari apapun pada objek formalnya membahas objek materialnya itu sampai ke hakikatnya untuk esensi dari yang di hadapinya.
 a. Etimologis
Kata dakwah adalah derivasi dari bahasa Arab “Da’wah”. Kata kerjanya da’aa yang berarti memanggil, mengundang atau mengajak. Ism fa’ilnya (red. pelaku) adalah da’I yang berarti pendakwah. Di dalam kamus al-Munjid fi al-Lughoh wa al-a’lam disebutkan makna da’I sebagai orang yang memangggil (mengajak) manusia kepada agamanya atau mazhabnya . Merujuk pada Ahmad Warson Munawir dalam Ilmu Dakwah karangan Moh. Ali Aziz (2009:6), kata da’a mempunyai beberapa makna antara lain memanggil, mengundang, minta tolong, meminta, memohon, menamakan, menyuruh datang, mendorong, menyebabkan, mendatangkan, mendoakan, menangisi dan meratapi. Dalam Al-Quran kata dakwah ditemukan tidak kurang dari 198 kali dengan makna yang berbeda-beda setidaknya ada 10 macam yaitu:
1. Mengajak dan menyeru,
2. Berdo’a,
3. Mendakwa (red. Menuduh),
4. Mengadu,
5. Memanggil,
6. Meminta,
7. Mengundang,
8. Malaikat Israfil,
9. Gelar,
10. Anak angkat.
Dari makna yang berbeda tersebut sebenarnya semuanya tidak terlepas dari unsur aktifitas memanggil. Mengajak adalah memanggil seseorang untuk mengikuti kita, berdoa adalah memanggil Tuhan agar mendengarkan dan mengabulkan permohonan kita, mendakwa/menuduh adalah memanggil orang dengan anggapan tidak baik, mengadu adalah memanggil untuk menyampaikan keluh kesah, meminta hampir sama dengan berdoa hanya saja objeknya lebih umum bukan hanya tuhan, mengundang adalah memanggil seseorang untuk menghadiri acara, malaikat Israfil adalah yang memanggil manusia untuk berkumpul di padang Masyhar dengan tiupan Sangkakala, gelar adalah panggilan atau sebutan bagi seseorang, anak angkat adalah orang yang dipanggil sebagai anak kita walaupun bukan dari keturunan kita. Kata memanggil pun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia meliputi beberapa makna yang diberikan Al-Quran yaitu mengajak, meminta, menyeru, mengundang, menyebut dan menamakan. Maka bila digeneralkan makna dakwah adalah memanggil.

b. Terminologis
Definisi dakwah dari literature yang ditulis oleh pakar-pakar dakwah antara lain adalah:
Dakwah adalah perintah mengadakan seruan kepada sesama manusia untuk kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah yang benar dengan penuh kebijaksanaan dan nasihat yang baik (Aboebakar Atjeh, 1971:6)
Dakwah adalah menyeru manusia kepada kebajikan dan petunjuk serta menyuruh kepada kebajikan dan melarang kemungkaran agar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat (Syekh Muhammad Al-Khadir Husain).
Dakwah adalah menyampaikan dan mengajarkan agama Islam kepada seluruh manusia dan mempraktikkannya dalam kehidupan nyata (M. Abul Fath al-Bayanuni). Dakwah adalah suatu aktifitas yang mendorong manusia memeluk agama Islam melalui cara yang bijaksana, dengan materi ajaran Islam, agar mereka mendapatkan kesejahteraan kini (dunia) dan kebahagiaan nanti (akhirat) (A. Masykur Amin)
Dari defenisi para ahli di atas maka bisa kita simpulkan bahwa dakwah adalah kegiatan atau usaha memanggil orang muslim mau pun non-muslim, dengan cara bijaksana, kepada Islam sebagai jalan yang benar, melalui penyampaian ajaran Islam untuk dipraktekkan dalam kehidupan nyata agar bisa hidup damai di dunia dan bahagia di akhirat. Singkatnya, dakwah, seperti yang ditulis Abdul Karim Zaidan, adalah mengajak kepada agama Allah, yaitu Islam.
Setelah kita ketahui makna dakwah secara etimologis dan terminologis maka kita akan dapatkan semua makna dakwah tersebut membawa misi persuasive bukan represif, karena sifatnya hanyalah panggilan dan seruan bukan paksaan. Hal ini bersesuaian dengan firman Allah (ayat la ikraha fiddin) bahwa tidak ada paksaan dalam agama. Maka penyebaran Islam dengan pedang atau pun terror tidaklah bisa dikatakan sesusai dengan misi dakwah.
Ruang Lingkup Ilmu Dakwah
Sebagai ilmu yang mempelajari proses penyampaian ajaran Islam kepada umat, ilmu dakwah memiliki ruang lingkup pembahasan yang sangat luas. Dakwah itu identik dengan pembangunan fisik dan non fisik, dengan menggunakan berbagai disiplin ilmu. Ilmu itu keseluruhannya termasuk bagian dari ilmu Allah yang mencakup wilayah yang amat luas. Ilmu Allah yang amat luas itu terdiri dari konsep-konsep yang apabila ditulis dengan tinta sebanyak air lautan dan pulpen sebanyak ranting-ranting pepohonan, ilmu Allah tersebut tidak akan selesai atau tidak akan habis ditulis. Oleh manusia ilmu tersebut diteliti, dikaji dan didistribusikan kepada berbagai lembaga-lembaga pendidikan, termasuk IAIN. IAIN memperoleh jatah seperti yang tertulis di dalam kurikulum atau silabinya, yang banyak berbeda dengan jatah lembaga pendidikan lain. Di IAIN jatah itu dibagi-bagi ke tiap-tiap fakultas, dan dibagi-bagi lagi ke tiap jurusan. Fakultas Dakwah mempunyai bidang kajian utama 'ilmu dakwah' yang membahas unsur-unsur yang terdapat di dalam bidang kajian tersebut. Dengan demikian kajian ilmu dakwah sangatlah luas.

Akan tetapi ruang lingkup pembahasan ilmu dakwah dapat diringkas sebagai berikut :
  1. Bentuk-bentuk penyampaian ajaran Islam dari seseorang atau kelompok kepada seseorang atau kelompok yang lain
  2. Cara-cara penyampaian ajaran Islam tersebut yang meliputi pendekatan, metode atau medianya,
  3. Efek atau pengaruh penyampaian ajaran Islam tersebut terhadap sikap dan tingkah laku individu dan masyarakat yang menerimanya.
Obyek Studi Ilmu Dakwah
Suatu ilmu pengetahuan hanya dapat disebut ilmu pengetahuan apabila ia memenuhi persyaratan yang dituntut oleh ilmu pengetahuan secara umum. Persyaratan yang dituntut itu ialah setiap ilmu pengetahuan harus memiliki obyek material dan obyek formal.
Obyek material suatu ilmu adalah materi atau bidang atau lapangan penyelidikan ilmu bersangkutan, sedangkan obyek formalnya ialah bagaimana obyek material tersebut dipandang. Beberapa ilmu pengetahuan dapat memiliki obyek material yang sama, tetapi ilmu-ilmu itu berbeda karena obyek formalnya berbeda. Sebagai contoh, psikologi, sosiologi dan pedagogi memiliki obyek material yang sama yaitu manusia, namun ilmu-ilmu itu berbeda karena obyek formalnya berbeda. Obyek formal psikologi, yaitu aktivitas jiwa dan kepribadian manusia secara individual yang dipelajari lewat tingkah laku. Obyek formal sosiologi adalah hubungan antarmanusia dalam kelompok dan antarkelompok dalam masyarakat, sedangkan obyek formal pedagogi ialah kegiatan manusia untuk menuntun perkembangan manusia.
Obyek material ilmu dakwah adalah proses penyampaian ajaran kepada umat manusia atau bentuk penyampaian suatu message yang berupa ide, ideologi, ajaran agama dan sebagainya dari seseorang kepada seseorang dari satu kelompok kepada kelompok lainnya. Sedangkan obyek formalnya adalah proses penyampaian ajaran kepada umat manusia. Apabila rumusan ini dijabarkan lagi maka obyek formal dakwah dapat dirinci berikut ini:
  1. Proses penyampaian ajaran Islam kepada umat manusia
  2. Hubungan antara unsur-unsur dakwah
  3. Proses keagamaan pada diri manusia
Dari penyebutan di atas dapat diketahui bahwa secara struktural ilmu dakwah merupakan bagian dari ilmu publisistik. Meski demikian kekhususan ilmu dakwah dibanding dengan publisistik terletak pada bahan message yang berupa ajaran Islam. Di samping itu di dalam ilmu dakwah terdapat proses komunikasi antara manusia dengan Tuhan, yang mana hal ini tidak terdapat di dalam publisistik
Metode Ilmu Dakwah
Yang dimaksud metode ilmu dakwah adalah cara kerja untuk dapat memahami obyek studi ilmu dakwah.
Metode ilmu dakwah meliputi metode historis, deskriptif, korelasional, ekperimental, kuasi eksperimental, dan metode aksi.
Metode historis yaitu penyelidikan yang mengaplikasikan metode pemecahan yang ilmiah dari perspektif historis suatu masalah. Dalam penyelidikan historis dilakukan analisis terhadap sebab-sebab suatu hal seperti peristiwa-peristiwa tertentu, proses-proses dan lembaga-lembaga peradaban manusia masa silam. Tujuannya adalah merekonstruksi masa lalu secara obyektif dan sistematis dengan mengumpulkan bahan, menilai, melakukan verifikasi dan mensintesiskan bukti untuk menetapkan fakta-fakta atau data-data dan memperoleh kesimpulan yang kuat. Bentuk-bentuk sosial sekarang, kebiasaan-kebiasaan atau cara hidup kita mempunyai akar-akarnya di masa lalu. Karena itu sangatlah baik kalau dilakukan pelacakan melalui studi historis.
Dalam konteks ilmu dakwah, metode historis dapat digunakan untuk meneliti bentuk-bentuk dakwah pada zaman lampau misalnya pada zaman Nabi, khulafa' al-rashidin dsb; meneliti subyek dakwah, terbentuknya lembaga-lembaga keagamaan, melembaganya nilai-nilai atau norma-norma masyarakat dan lain-lain. Penggunaan metode ini juga sangat bermanfaat untuk mengkaji bagaimana kontinuitas dakwah dari masa ke masa beserta dinamika yang terjadi di dalamnya.
Metode deskriptif yaitu metode yang bertujuan melukiskan secara sistematis fakta-fakta dan sifat-sifat populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat. Dalam konteks ilmu dakwah, metode ini berguna untuk menuturkan, menganalisis dan mengklasifikasi obyek dakwah beserta lembaga-lembaganya, keadaan norma-normanya, kepercayaannya dan sebagainya.
Metode korelasional adalah kelanjutan metode deskriptif. Metode ini bertujuan mencari hubungan/korelasi antara variabel satu dengan yang lain. Dalam konteks ilmu dakwah metode ini dapat digunakan –misalnya- menyelidiki taraf pengamalan beragama masyarakat, kemudian menghubungkan apakah ada korelasi antara usia, tingkat ekonomi dan sebagainya dengan tingkat pengamalan beragama tersebut.
Metode eksperimental bertujuan untuk memperoleh data yang kongkrit tentang pengaruh suatu keadaan terhadap keadaan yang lain. Metode penelitian ini memungkinkan peneliti dapat memanipulasi variabel dan meneliti akibat-akibatnya. Metode ini dapat digunakan untuk meneliti efektifitas metode dan media dakwah.
Metode penelitian aksi bertujuan mengembangkan ketrampilan baru atau cara pendekatan baru dan untuk memecahka masalah dengan penerapan langsung di dunia kerja atau dunia aktual yang lain.
Tujuan dakwah adalah menjadikan manusia muslim mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan menyebarluaskan kepada masyarakat yang mula-mula apatis terhadap Islam menjadi orang yang suka rela menerimanya sebagai petunjuk aktivitas duniawi dan ukhrawi.
Kebahagiaan ukhrawi merupakan tujuan final setiap muslim. Untuk mencapai maksud tersebut diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dan penuh optimis melaksanakan dakwah.
Oleh karena itu seorang da`i harus memahami tujuan dakwah, sehingga segala kegiatannya benar-benar mengarah kepada tujuan seperti dikemukakan di atas. Seorang da`i harus yakin akan keberhasilannya, jika ia tidak yakin dapat menyebabkan terjadinya penyelewengan-penyelewengan di bidang dakwah.
Sejarah perjuangan umat Islam dalam menegakkan panji-panji Islam pada dasarnya seluruh golongan dalam Islam sepakat memperjuangkan dan merealisasikan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan umat manusia. tetapi kenyataan menunjukkan hal yang berlawanan. Berubah kepada pencapaian kekuasaan golongannya sendiri sehingga menimbulkan persaingan dan pertentangan di antara golongan itu sendiri. Dalam masalah bisnis terlihat adanya transaksi yang sering menguntungkan di satu pihak sementara pada pihak lain dirugikan. Inilah akibat yang ditimbulkan oleh orang yang tidak memahami hakikat perjuangan suci.
Disinilah letaknya mengapa tujuan dakwah itu perlu diperjelas agar menjadi keyakinan yang kokoh untuk menghindari terjadinya salah arah. Tujuan dakwah hakikatnya sama dengan diutusnya nabi Muhammad saw. membawa ajaran Islam dengan tugas menyebarluaskan dinul haq itu kepada seluruh umat manusia sesuai dengan kehendak Allah swt.
Berikut akan diuraikan tentang tujuan dakwah :
  • Mengajak umat manusia (meliputi orang mukmin maupun orang kafir atau musyrik) kepada jalan yang benar agar dapat hidup sejahtera di dunia maupun di akhirat.
  • Mengajak umat Islam untuk selalu meningkatkan taqwanya kepada Allah swt.
  • Mendidik dan mengajar anak-anak agar tidak menyimpang dari fitrahnya.
  • Menyelesaikan dan memecahkan persoalan-persoalan yang gawat yang meminta segera penyelesaian dan pemecahan.
  • Menyelesaikan dan memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi sewaktu-waktu dalam masyarakat.
Jadi inti dari tujuan yang ingin dicapai dalam proses pelaksanaan dakwah adalah keridhaan Allah swt. dimana obyek dakwah tidak hanya terbatas kepada umat Islam saja, tetapi semua manusia bahkan untuk semua alam. Dari sudut manapun dakwah itu diarahkan, maka intinya adalah amar ma`ruf nahyi munkar yang bertujuan untuk merubah dari sesuatu yang negatif kepada yang positif, dari yang statis kepada kedinamisan sebagai upaya merealisasikan kebahagiaan dunia dan akhirat.


CONTOH KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR
الرَّحِيمِ الرَّحْمَنِ اللَّهِ  بِسْمِ
Segala puji bagi Allah yang telah menolong hamba-Nya untuk menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar memudahkan untuk mengetahui tentang “ISI PESAN IKLAN” yang disajikan berdasarkan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan, baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing mata kuliah, teman-teman yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada penyusun ataupun pembaca.Walaupun makalah ini memiliki kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.





PENGERTIAN DAN DASAR-DASAR ORGANISASI


Penulis : Safwan Ghali

BAB I
PENDAHULUAN

            Banyak bentuk organisasi di masyarakat, misalnya negara, partai politik, perkumpulan masyarakat, bahkan bentuk organisasi yang paling kecil yaitu keluarga dan lain sebagainya. Kata organisasi mempunyai dua pengertian umum, yaitu sebagai suatu lembaga atau fungsional, seperti perguruan tinggi, rumah sakit, perwakilan pemerintah, perwakilan dagang, perkumpulan olah raga dan lain sebagainya, lainnya sebagai proses pengorganisasian pengalokasian dan penugasan para anggotanya untuk mencapai tujuan yang efektif.
Dalam bab ini akan dibahas mengenai organisasi, wewenang delegasi, koordinasi dan tentang manajemen, serta penyusunan personalia.



BAB II
PEMBAHASAN

PENGERTIAN DAN DASAR-DASAR ORGANISASI
                   

1.      Pengertian Organisasi          
                   Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Selain itu, organisasi berasal dari istilah organism yang merupakan sebuah entitas dengan bagian-bagian yang terintegrasi dimana hubungan mereka satu sama lain saling berkaitan secara utuh dan mencapai tujuan bersama.
CIRI-CIRI ORGANISASI

Ciri ciri utama dalam organisasiberdasarkan pengertian sederhana, dan secara lebih rinci organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal dan saling mengenal,
  • Adanya kegiatan yang berbeda-beda, tetapi satu sama lain saling berkaitan (interdependent part) yang merupakan kesatuan kegiatan,
  • Tiap-tiap orang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa; pemikiran, tenaga, dan lain-lain,
  • Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan,
  • Adanya tujuan yang ingin dicapai.
Dari sini, muncul beberapa defenisi tentang organisasi dari beberapa tokoh ahli, salah satu diantaranya:
  • Menurut Chester Irving Barnard seorang Eksekutif Bisnis Amerika (1938) dalam bukunya “The Executive Functions” mengemukakan bahwa: “I define organization as a system of cooperatives of two more persons” (Organisasi adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih).
  • Menurut James D. Mooney (Ekonom Perancis), mengatakan bahwa: “Organization is the form of every human association for the attainment of common purpose” (organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama).
  • Menurut W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb.) sehingga merupakan kesatuan yang teratur.
  • Henry L. Sisk memandang organisasi sebagai suatu kesatuan, yaitu sekelompok orang yang terlibat bersama-sama di dalam hubungan yang resmi untuk mencapai tujuan-tujuan.
                 Dengan demikian organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki. Dalam pada itu, setiap organisasi harus memiliki 3 unsur dasar, yaitu: orang-orang (sekumpulan orang), kerjasama dan tujuan yang dicapai.

2.      Organisasi Formal dan Organisasi Informal

Organisasi Formal adalah Suatu organisasi yang memiliki struktur yang jelas, pembagian tugas yang jelas, serta tujuan yang ditetapkan secara jelas. Di lain pihak ada yang disebut dengan organisasi informal, yang akan timbul apabila anggota organisai formal  merasa keinginannya tidak tepenuhi oleh organisasi informal. Jadi, dapat dikatakan bahwa antara organisasi informal dengan kepuasan karyawan memiliki hubungan yang sifatnya bebanding terbalik. Semakin tinggi tingkat kepuasan, maka semakin kecil kemungkinan munculnya atau terbentukknya organisasi informal.
Pimpinan organisasi formal sering kali melihat keberadaan organisasi informal sebagai suatu hal yang jelek, hal yaang dapat menimbulkan ketidakstabilan bagi organisasi formal. Sesungguhnya, jika seorang pemimpin dapat melihat keberadaan organisasi informa secara optimistik, sesungguhnya ada beberapa manfaat organisasi informal untuk organisasi formal. Manfaat tersebut antara lain :
1.      Dapat dijadikan sarana komunikasi
2.      Dapat dijadikan alat pemersatu dan menghilangkkan frustasi
3.      Dapat dijadikan pendorong agar rajin bekerja.
                
3.  Manfaat Organisasi.

Kita semua tahu bahwa organsasi sangat penting.tetapi Mungkin hanya sedikit di antara kita yanga tahu secara pasti pentingnya organisai bagi manusia. Berikut ini adalah 4 alasan kunci pelunya organisasi ( Key reason for Organization).

1.      Untuk melayani Masyarakat
contoh yang mudah dipahami adalah keberadaan rumah sakit. Keberadaan rumah sakit untuk mengobati dan merawat orang yang sakit atau dengan kata lain untuk melayani masyarakat yang memerlukan jasa pelayangan rumah sakit.
2.      Untuk mencapai sasaran yang tidak dapat atau sulit dicapai seorang diri.
Contohnya pabrik membuat sepatu. Jika hanya satu orang yang mengerjakan proses tersebut , mungkin saja bisa, tetapi akan memakan waktu yang sangat lama. Dengan adanya organisasi maka pekerjaan membuat sepatu akan lebih cepat selesai karena ada kerjasama antara 2 orang atau lebih.
3.      Untuk mempertahankan pengetahuan.
Contoh yang di pahami adalah keberadaan musium, perpustakaan atau sekolah-sekolah. Dengan keberadaan organisasi tersebut, maka pengetahuan menjadi seperti sebuah jembatan yang menghubungkan generasi masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.
4.      Untuk menyediakan karier
Bagi para pekerja, suatu organisasi merupakan sumber penghidupan dan menyediakan karier bagi para pekerjanya. Mereka dapat berkarier menjadi seorang dosen di universitas, menjadi kondektur di PJKA, dan lain-lain.

4. Tujuan dan Sasaran Organisasi

a.      Tujuan Organisasi
              Secara umum tujuan organisasi merupakan keadaan atau tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi di waktu yang akan datang melalui kegiatan organisasi.Untuk mencapai tujuan dalam organisasi, pelaku (orang) dalam organisasi diharapkan untuk mendesain ataupun me-manage organisasinya dengan matang agar organisasi dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, demi berjalan baiknya sebuah organisasi perlu diperhatikan beberapa prinsip organisasi , seperti berikut:
  • Perumusan tujuan yang jelas, sebab tujuan organisasi berfungsi untuk: pedoman ke arah mana organisasi akan di bawa, landasan bagi organisasi tersebut, menentukan macam aktifitas yang akan dilakukan, menentukan program, prosedur dan beberapa hal terkait dengan koordinasi, integrasi, simplikasi, sinkronisasi dan mekanisme.
  • Pembagian tugas dan pekerjaan (Job Discription).
  • Delegasi kekuasaan yang berarti pemimpin organisasi itu dipilih secara mufakat dan harus diikuti dengan adanya pertanggung jawaban.
  • Kesatuan perintah (one of command) dan tanggung jawab.
  • Prinsip Kepemimpinan. Dalam konteks kontemporal dari prinsip ini yang paling mengemuka ke permukaan adalah prinsip kepemimpinan yang berupa prinsip kolektif-kolegial, yaitu prinsip kebersamaan, mau mendengarkan dan menyelaraskan diri dengan nilai-nilai dari seluruh komponen organisasi, khususnya pada kepengurusan organisasi.
  • Tingkat pengawasan, dengan diadakannya sebuah monitoring terhadap kinerja pelaku organisasi atau lebih familiar dengan sebutan oposisi.
b.      Sasaran
Seperti yang telah di kemukakan di atas bahwa untuk mencapai tujuan ada banyak kegiatan yang harus dilakukan dan masing-masing kegiatan tersebut memiliki sasaran tertentu, jadi tujuan organisasi dapat tercapai jika sasaran dari kegiatan-kegiatan khusus tersebut dapat di capai, atau dengan kata lain sasaran merupakan anak tujuan yang harus tercapa terlbih dahulu.
Thompson dan Mc Ewen mengatakan bahwa lingkungan memberikan pengaruh terhadap penetapan sasaran ada 4 sifat interaksi dari penetapan sasaran yang dipengaruhi oleh lingkungan, yaitu :
a.       Persaingan adalah suatu keadaan dimana dua organisasi beersaing dalam usahanya mendapatkan dukungan dari pihak ketiga.
b.      Tawar-menawar adalah suatu keadaan yang meliputi perundingan lansung anatara berbagai organisasi untuk mencapai kesepakatan bersama.
c.       Co-optation adalah suatu keadaan dimana berorganisasi memasukkan unsur-unsur baru kedalam organisasi, sebagai suatu cara untuk mengurangi ancaman terhadap stabilitas organisasi tersebut.
d.      Koalisi adalah suatu keadaan dimana dua atau lebih organisasi beergabung demi suatu tujuan bersama. Dengan koalisi, masing-masing organisasi mengubah sasarannya supaya dapat mengubah sasarannya supaya dapat menampung sasaran dari organisasi lainnya.
Jadi, dengan keempat cara diatas suatu organisasi dapat mempertahankan dirinya dari perubahan lingkungan yang ada. Sasaran di tetapkan melalui suatu proses yang kompleks dengan cara saling mempengaruhi antara kekuatan dan kendala, baik untuk faktor eksternal maupun internal. Selain itu, sasaran juga dapat diubah jika organisasi telah dapat memenuhi target sasarannya yang terdahulu. Misalnya, organisasi menetapkan sasaran berupa target produksi pupuk sebesar 300 ton per tahun, ternyata organisasi tersebut berhasil mencapai sasaran tersebut. Hal ini membuat para pimpinan untuk meruahah sasaran dengan menaikkan Target produksi mencapai 350 ton pupuk pertahun.
Masing-masing bagian didalam organisasi memiliki sasaran masing-masing, dimana sasaran-sasaran tersebut sama-sama ditunjukkan untuk mencapai tujuan organisasi yang satu dan utuh. Karena masing-masing bagian memiliki sasaran nya masing –masing, maka tidak jarang hal tersebut menimbulkan konflik sasaran antar bagian.
Selain sering timbul konflik sasaran antara bagian, juga sering timbul konflik sasaran antara individu dengan organisasi. Hal ini terjadi karena individu merasa sasaran dia untuk bekerja di organisasi tersebut tidak dipenuhi oleh organisasi tersebut walaupun dia telahh membantu organisasi untuk mencapai tujuan.
5.      TIPE-TIPE ORGANISASI

Organisasi dapat dibedakan menjadi beberapa macam melihat dari karakteristik organisasi itu sendiri, diantaranya sebagaimana berikut:
  • Berdasarkan jumlah orang yang memegang pucuk pimpinan. Hal ini organisasi dapat dibedakan menjadi :(1) bentuk tunggal, yaitu pucuk pimpinan berada ditangan satu orang, semua kekuasaan dan tugas pekerjaan bersumber kepada satu orang. (2) bentuk komisi, pimpinan organisasi merupakan suatu dewan yang terdiri dari beberapa orang, semua kekuasaan dan tanggung jawab dipikul oleh dewan sebagai suatu kesatuan.
    • Berdasarkan lalu lintas kekuasaan. Bentuk organisasi ini meliputi; (1) organisasi lini atau bentuk lurus, kekuasaan mengalir dari pucuk pimpinan organisasi langsung lurus kepada para pejabat yang memimpin unit-unit dalam organisasi, (2) bentuk lini dan staff, dalam organisasi ini pucuk pimpinan dibantu oleh staf pimpinan ahli dengan tugas sebagai pembantu pucuk pimpinan dalam menjalankan roda organisasi, (3) bentuk fungsional, bentuk organisasi dalam kegiatannya dibagi dalam fungsi-fungsi yang dipimpin oleh seorang ahli dibidangnya, dengan hubungan kerja lebih bersifat horizontal.
  • Berdasarkan sifat hubungan personal, yaitu ; (1) organisasi formal, adalah organisasi yang diatur secara resmi, seperti : organisasi pemerintahan, organisasi yang berbadan hukum  (2) organisasi  informal, adalah organisasi yang terbentuk karena hubungan bersifat pribadi, antara lain  kesamaan minat atau hobby, dll.
  • Berdasarkan tujuan. Organisasi ini dapat dibedakan, yaitu : (1) organisasi yang tujuannya mencari keuntungan atau ‘profit oriented’ dan (2) organisasi sosial atau "non profit oriented".
  • Berdasarkan kehidupan dalam masyarakat, yaitu ; (1) organisasi pendidikan, (2) organisasi kesehatan, (3) organisasi pertanian, dan lain lain.
  • Berdasarkan fungsi dan tujuan yang dilayani, yaitu : Organisasi produksi, misalnya organisasi produk makanan, (2) Organisasi berorientasi pada politik, misalnya partai politik (3) Organisasi yang bersifat integratif, misalnya serikat pekerja (4) Organisasi pemelihara, misalnya organisasi peduli lingkungan, dan lain lain.
  • Berdasarkan pihak yang memakai manfaat. Organisasi ini meliputi; (1) Mutual benefit organization, yaitu organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh anggotanya, seperti koperasi, (2) Service organization, yaitu organisasi yang kemanfaatannya dinikmati oleh pelanggan, misalnya bank, (3) Business Organization, organisasi yang bergerak dalam dunia usaha, seperti perusahaan-perusahaan, (4) Commonwealth organization, adalah organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh masyarakat umum, seperti  organisasi pelayanan kesehatan, contohnya  rumah sakit, Puskesmas, dll



BAB III
PENUTUP
Organisasi adalah suatu kerja sama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada.
Ciri-ciri utama dalam organisasi :
Ø  Terdiri dari 2 orang atau lebih
Ø  Ada kerja sama
Ø  Ada komunikasi antas satu anggota dengan yang lain, dan
Ø  Ada tujuan yang ingin dicapai
Manfaat organisasi tersebut yakni :
1.      Untuk melayani Masyarakat
2.      Untuk mencapai sasaran yang tidak dapat atau sulit dicapai seorang diri.
3.      Untuk mempertahankan pengetahuan.
4.      Untuk menyediakan karier.

Tujuan suatu organisasi.:

·         Berusaha mendapatkan keuntungan sebesar mungkin
·         Pertumbuhan dalam segala bidang
·         Perluasan pasar
·         Kepemimpinan
·         produktivitas
Kelemahan suatu organisasi
a)      Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja, apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran.
b)      Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
c)      Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas


DAFTAR PUSTAKA

ü  Ati Cahayati, dasar-dasar organisasi dan manajemen, PT Grasindo,jakarta,2003
ü  Dr. Sutopo Patria Jati, MM, Makalah Dasar-dasar Organisasi, Universitas Diponegoro Semarang, September 2000
ü  Anton Rahmadi, Makalah Manajemen Organisasi, Universitas Mulawarman, 2005
ü  Prof. Dr. Mirrian S.Ariff, Organisasi dan manajemen, PT Karunia, Jakarta,1993